Diagram kerja DNS
Dimisalkan ada client yang menanyakan "berapa alamat ip dari www.itb.ac.id ?" Pertanyaan ini dilemparkan ke DNS server lokal. Dengan segera DNS server lokal memeriksa databasenya. Kemudian ternyata www.itb.ac.id tidak terdapat didalam databasenya. Lalu ia memeriksa cache. Bila ada, jawaban lansung diberikan ke client. Tapi bila tidak ada, maka ia akan mencari jawabannya ke root DNS. Root DNS pasti mempunyai database yang dimaksud dan memberikannya ke DNS server local dan pada akhirnya diberikan ke client tadi.
Root DNS ini memuat seluruh daftar nama yang ada di dunia. Dan Root DNS ini tidak hanya terdiri dari satu server melainkan sekitar 13 server yang diletakkan di seluruh dunia.
Secara garis besar pembagian domain dunia memakai dua jenis. Yang pertama berdasarkan jenis institusi, antara lain :
· .com untuk organisasi komersial
· .org untuk organisasi non-komersial
· .edu untuk institusi pendidikan
· .gov untuk organisasi pemerintahan
· .mil untuk kalangan militer
· .net untuk penyelenggara jasa internet
Jenis pembagian kedua adalah berdasarkan negara , misalnya indonesia adalah .id. Sebenarnya domain negara akan digagi lagi menjadi sub-domain berdasarkan jenis institusi. Kita ambil contoh untuk negara kita ,domain id dibagi lagi menjadi beberapa subdomain, antaralain :
· .co.id, contoh :republika.co.id
· .ac.id contoh :itb.ac.id
· or.id contoh : linux.or.id
· go.id contoh : depnaker.go.id
· mil.id contoh: kopassus.mil.id
dan di Indonesia diubah sedikit menjadi : co.id .or.id ac.id .go.id dan mil.id . Pembagian ini didasarkan kepada jenis institusi yang meminta nama domain.
Selain itu, penyusunan domain dibuat bertingkat dan mempunyai hirarki tertentu. Domain-domain diseluruh dunia sangat banyak dan tidak mungkin semuanya ditampung oleh ROOT DNS. ROOT DNS hanya memegang 'kepala' dari domain tertentu.
Proses “request” ke DNS server dapat dianalogikan sebagai berikut:
Menteri Pendidikan Nasional ditanyai oleh Dubes Afganistan tentang kondisi pendidikan di jurusan teknik elektro ITB. Tentunya pak menteri tidak tahu persis tentang kondisi jurusan tersebut, oleh karena itu ia menghubungi rektor ITB yang merupakan bawahan beliau. Kemudian pak rektor menghubungi ketua Fakultas Teknologi Industri yang membawahi jurusan teknik elektro . Ketua fakultas kemudian menghubungi ketua jurusan teknik elektro. Nah ketua jurusan tersebutlah yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa ketua jurusan menjawab pertanyaan bukan beradasrkan permintaan sang dubes tetapi berdasarkan permintaan ketua fakultas , ketua fakultas dari rektor dan seterusnya.
Menurut analogi diatas mendiknas sebagai ROOT DNS, rektor ITB adalah DNS yang memegang domain .id dan ketua Fakultas Teknologi Industri adalah yang membawahi domain ac.id . Dalam kasus ini ROOT DNS hanya tahu kemana mencari DNS server yang menangani penerjemahan domain .id, dia tidak tahu dimana dimana DNS server yang menangani domain ac.id. DNS yang menangani domain .id tahu kemana mencari DNS server yang melayani domain ac.id , DNS server yang menangani domain ac.id tahu kemana mencari DNS server yang menangani domain itb.ac.id dan seterusnya . Dari sini terlihat ada pendelegasian tugas dari atas ke bawah.
FQDN dan PQDN
Fully Qualifed Domain Name (FQDN)
Fully Qualifed Domain Name (disingkat menjadi FQDN), dalam sistem penamaan domain Domain Name System (DNS) merujuk kepada nama bertitik yang dapat mengidentifikasikan sebuah host Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) di dalam jaringan dan Internet. FQDN juga sering disebut sebagai Absolute Domain Name. FQDN didiskusikan dalam RFC 1035, RFC 1123 dan RFC 2181.
Sebuah FQDN dari sebuah host mengandung nama host miliknya digabungkan dengan nama domain (dan subdomain) di mana host tersebut berada, yang kemudian dipisahkan dengan menggunakan tanda titik (.). FQDN umumnya digunakan di dalam Uniform Resource Locator (URL) yang digunakan untuk mengakses halaman web di dalam jaringan dan Internet dan membuat path absolut terhadap ruang nama (namespace) DNS ke host target di mana halaman web tersebut berada. FQDN berbeda dengan nama domain biasa karena FQDN merupakan nama absolut dari domain, sehingga sufiks domain tidak perlu ditambahkan.
Contoh FQDN: untuk sebuah nama FQDN id.wikipedia.org, dapat diambil pernyataan bahwa id merupakan nama host, dan wikipedia.org merupakan nama domain-nya. Panjang maksimum dari FQDN adalah 255 bits.
Partially-Qualified Domain Name (PQDN)
Ada juga beberapa situasi di mana kita dapat merujuk ke perangkat yang menggunakan spesifikasi nama lengkap. Hal ini disebut Partially-Qualified Domain Names (PQDNs), yang berarti bahwa nama itu hanya sebagian menentukan lokasi perangkat. Menurut definisi, PQDN adalah ambigu, karena tidak memberikan path lengkap ke domain. Jadi, satu-satunya dapat menggunakan PQDN di dalam konteks sebuah domain induk tertentu, yang mutlak nama domain dikenal. Kita kemudian dapat menemukan FQDN dari sebuah nama domain tertentu-sebagian dengan menambahkan nama parsial ke nama absolut dari domain induk. Sebagai contoh, jika kita memiliki PQDN "Z" dalam konteks FQDN "yx", kita tahu FQDN untuk "Z" adalah "Zyx"
Membedakan FQDNs dan PQDNs dalam DNS
Saya sebutkan di topik sebelumnya bahwa tanda titik untuk domain root null biasanya dihilangkan. Hal ini berlaku dalam bahasa umum, dan ketika pengguna menentukan nama domain dalam sebuah aplikasi, Anda tidak menggunakan tanda titik di browser Web Anda misalnya. Namun, dalam DNS itu sendiri, dot digunakan untuk membedakan secara jelas FQDN dari sebuah PQDN dalam file master DNS. Hal ini memungkinkan kita untuk menggunakan kedua FQDNs dan PQDNs bersama-sama.. Dalam contoh di atas, "apel" akan mengacu apple.cs.widgetopia.edu. "," Tetapi "apple.com." Akan mengacu pada nama domain yang memenuhi syarat-sepenuhnya untuk Apple Computer, Inc Anda harus berhati-hati tentang mengawasi titik-titik di sini, karena "apple.com" (tidak ada periode trailing) akan PQDN, dan akan lihat "apple.com.cs.widgetopia.edu.", dan bukan domain dari Apple Computer.
Minggu, 20 Februari 2011
Penamaan DNS
Selasa, 18 Januari 2011
OSPF,BGP & IGRP
1. OSPF
OSPF merupakan sebuah routing protokol berjenis IGP yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu ogranisasi atau perusahaan. Jaringan internal maksudnya adalah jaringan di mana Anda masih memiliki hak untuk menggunakan, mengatur, dan memodifikasinya. Atau dengan kata lain, Anda masih memiliki hak administrasi terhadap jaringan tersebut. Jika Anda sudah tidak memiliki hak untuk menggunakan dan mengaturnya, maka jaringan tersebut dapat dikategorikan sebagai jaringan eksternal. Selain itu, OSPF juga merupakan routing protokol yang berstandar terbuka. Maksudnya adalah routing protokol ini bukan ciptaan dari vendor manapun. Dengan demikian, siapapun dapat menggunakannya, perangkat manapun dapat kompatibel dengannya, dan di manapun routing protokol ini dapat diimplementasikan. OSPF merupakan routing protokol yang menggunakan konsep hirarki routing, artinya OSPF membagi-bagi jaringan menjadi beberapa tingkatan. Tingkatan-tingkatan ini diwujudkan dengan menggunakan sistem pengelompokan area.
2. BGP (Border Gateway Protokol)
Border Gateway Protokol (BGP) merupakan salah satu jenis routing protokol yang digunakan untuk koneksi antar Autonomous System (AS), dan salah satu jenis routing protokol yang banyak digunakan di ISP besar (Telkomsel) ataupun perbankan. BGP termasuk dalam kategori routing protokol jenis Exterior Gateway Protokol (EGP).
Dengan adanya EGP, router dapat melakukan pertukaran rute dari dan ke luar jaringan lokal Auotonomous System (AS). BGP mempunyai skalabilitas yang tinggi karena dapat melayani pertukaran routing pada beberapa organisasi besar. Oleh karena itu BGP dikenal dengan routing protokol yang sangat rumit dan kompleks.
Karakteristik BGP
1. Menggunakan algoritma routing distance vektor.Algoritma routing distance vector secara periodik menyalin table routing dari router ke router. Perubahan table routing di update antar router yang saling berhubungan pada saat terjadi perubahan topologi.
2. Digunakan antara ISP dengan ISP dan client-client.
3. Digunakan untuk merutekan trafik internet antar autonomous system.
4. BGP adalah Path Vector routing protocol.Dalam proses menentukan rute-rute terbaiknya selalu mengacu kepada path yang terbaik dan terpilih yang didapatnya dari router BGP yang lainnya.
5. Router BGP membangun dan menjaga koneksi antar-peer menggunakan port nomor 179.
6. Koneksi antar-peer dijaga dengan menggunakan sinyal keepalive secara periodik.
7. Metrik (atribut) untuk menentukan rute terbaik sangat kompleks dan dapat dimodifikasi dengan fleksibel.
8. BGP memiliki routing table sendiri yang biasanya memuat prefiks-prefiks routing yang diterimanya dari router BGP lain
3. IGRP (Interior Gateway routing Protocol)
Interior Gateway routing Protocol atau yang biasa dikenal dengan sebutan IGRP merupakan suatu protokol jaringan kepemilikan yang mengembangkan sistem Cisco yang dirancang pada sistem otonomi untuk menyediakan suatu alternatif RIP (Routing Information Protocol). IGRP merupakan suatu penjaluran jarak antara vektor protokol, bahwa masing-masing penjaluran bertugas untuk mengirimkan semua atau sebagian dari isi table penjaluran dalam penjaluran pesan untuk memperbaharui pada waktu tertentu untuk masing-masing penjaluran.
Penjaluran memilih alur yang terbaik antara sumber dan tujuan. Untuk menyediakan fleksibilitas tambahan, IGRP mengijinkan untuk melakukan penjaluran multipath. Bentuk garis equal bandwidth dapat menjalankan arus lalu lintas dalam round robin, dengan melakukan peralihan secara otomatis kepada garis kedua jika sampai garis kesatu turun.
Operasi IGRP
Masing-masing penjaluran secara rutin mengirimkan masing-masing jaringan lokal kepada suatu pesan yang berisi salinan tabel penjaluran dari tabel lainnya. Pesan ini berisi tentang biaya-biaya dan jaringan yang akan dicapai untuk menjangkau masing-masing jaringan tersebut. Penerima pesan penjaluran dapat menjangkau semua jaringan didalam pesan sepanjang penjaluran yang bisa digunakan untuk mengirimkan pesan.
Tujuan dari IGRP yaitu:
* Penjaluran stabil dijaringan kompleks sangat besar dan tidaka ada pengulangan penjaluran.
* Overhead rendah, IGRP sendiri tidak menggunakan bandwidth yang diperlukan untuk tugasnya.
* Pemisahan lalu lintas antar beberapa rute paralel.
* Kemampuan untuk menangani berbagai jenis layanan dengan informasi tunggal.
* Mempertimbangkan menghitung laju kesalahan dan tingkat lalu lintas pada alur yang berbeda.
Minggu, 16 Januari 2011
Protocol pada application layer
1. FTP (File Transfer Protocol)
Protokol ini digunakan untuk transfer file dari host remote ke lokal (download), transfer file dari host lokal ke remote (upload), sebagai user application untuk langsung mengakses transport layer agar file terkirim, untuk tukar – menukar file dalam suatu network yang men-support TCP/IP, Untuk men-sharing data, menyediakan indirect atau implicit remote computer, menyediakan tempat penyimpanan bagi user, dan menyediakan transfer data yang reliable dan efisisen..
Adapun layanan yang dapat dihasilkan FTP yaitu access control, processing mode, file name fasilities, alternating operation, file management fasilities, error recovery, flow control, file structur, dan status report.
2. DNS(Domain Name System)
Distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol), menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). DNS digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, menerjemahkan nama komputer ke IP address(memetakan). Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet.
3. HTTP (Hypertext Transfer Protocol)
Protokol umum yang ringan, tidak berstatus dan generik yang digunakan untuk untuk transfer sebuah web dari sebuah webserver menuju web client melalui web browser, mentransfer dokumen dalam World Wide Web (WWW), dapat digunakan berbagai macam tipe dokumen, digunakan client dan server untuk berkomunikasi di dunia web. Komunikasi yang terjadi dalam bentuk request dan response.
4. DHCP(Dynamic Host Configuration Protocol)
Protokol yang berbasis arsitektur client/server digunakan oleh komputer-komputer dalam sebuah jaringan untuk menentukan parameter seperti default gateway, subnet mask, dan IP address, DNS dari DHCP server. Di samping itu, untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. DHCP bekerja dengan relasi client-server,dimana DHCP server menyediakan suatu kelompok IP Address yang dapat diberikan pada DHCP client.Dalam memberikan IP Address ini, DHCP hanya meminjamkan IP Address tersebut,jadi pemberian IP Address ini berlangsung secara dinamis. Apabila DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
5. SMB(Server Message Block)
Layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan, membuka dan menutup koneksi antara klien-klien SMB (yang disebut sebagai Redirector) dan server SMB (komputer yang menjalankan file and print services), untuk mengizinkan klien agar dapat mengakses sumber daya di dalam jaringan. Menemukan, membaca, dan menulisi berkas dalam sebuah file server. Menemukan dan menggunakan alat pencetak yang digunakan bersama-sama untuk mencetak secara jarak jauh, ntuk melakukan beberapa transaksi dalam lingkungan aplikasi terdistribusi
6. MIME (Multipurpose Internet Mail Exension)
Protokol yang digunakan untuk mengirim file binary dalam bentuk teks.
7. NNTP (Network News Transfer Protocol)
Suatu protokol yang digunakan untuk menerima dan mengirim newsgroup.
8. POP(Post Office Protocol)
Suatu protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari suatu mail transfer agent/mail delivery agent, pada protokol ini sebuah mail akan didownload ke dalam jaringan lokal, protokol yang digunakan untuk mengambil mail dari server.
9. TELNET(Telecommunication network)
Adalah terminal interaktif untuk mengakses suatu remote pada internet.
Fungsi : digunakan untuk mengakses remote host melalui terminal yang interaktif
10. SNMP (Simple Network Management Protocol)
adalah standar manajemen jaringan pada TCP/IP.
Fungsi : supaya informasi yang dibutuhkan untuk manajemen jaringan bisa dikirim menggunakan TCP/IP. Protokol tersebut memungkinkan administrator jaringan untuk menggunakan perangkat jaringan khusus yang berhubungan dengan perangkat jaringan yang lain untuk mengumpulkan informasi dari mereka, dan mengatur bagaimana mereka beroperasi.
11. Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
Adalah suatu protokol yang digunakan untuk mengirimkan pesan e-mail antar server, yang bisa dianalogikan sebagai kantor pos. Ketika kita mengirim sebuah e-mail, komputer kita akan mengarahkan e-mail tersebut ke sebuah SMTP server, untuk diteruskan ke mail-server tujuan.
Mail-server tujuan ini bisa dianalogikan sebagai kotak pos di pagar depan rumah kita, atau kotak PO BOX di kantor pos. Email-email yang terkirim akan berada di tempat tersebut hingga si pemiliknya mengambilnya. Urusan pengambilan e-mail tersebut tergantung kapan di penerima memeriksa account e-mailnya.
12. Network File System (NFS)
Adalah sebuah kumpulan protokol yang digunakan untuk mengakses beberapa sistem berkas melalui jaringan. Network File System (NFS) merupakan sebuah protokol yang dikembangkan oleh Sun Microsystem pada tahun 1984 dan NFS didefinisikan dalam RFC 1094, 1813 dan 3530 sebagai “DFS” yang mengijinkan sebuah komputer untuk mengakses file melalui network seperti akses file di disk local. NFS merupakan protokol yang sangat mendukung dalam pengaplikasian suatu file system yang terdistribusi.